Jumat, 02 Desember 2011

Permintaan (Demand)


1.      Pengertian Permintaan (Demand)
Dalam ilmu ekonomi permintaan adalah jumlah produk yang diinginkan dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga dalam jangka waktu tertentu dengan menganggap factor yang mempengaruhinya konstan/tetap (ceteris paribus).
Dari pengertian tersebut terdapat 3 hal penting, yaitu :
1.      Jumlah yang diminta (quantity demanded) merupakan kuantitas yang diinginkan konsumen. Jumlah yang diminta adalah jumlah barang/jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen.
2.      Apa yang diinginkan konsumen diikuti oleh kemampuan membeli barang/jasa tersebut pada harga barang/jasa tersebut.
3.      Jumlah yang diminta merupakan arus pembelian yang terus menerus sehingga harus dinyatakan dalam satuan waktu.

2.      Jenis Pemintaan
Ditinjau dari daya beli konsumen, permintaan dapat dibagi menjadi 3, yaitu :
1.      Permintaan Absolut
Permintaan yang tidak diikuti oleh daya beli. Permintaan absolute lebih merupakan angan-angan.
2.      Permintaan Potensial
Permintaan yang memiliki daya beli, tetapi belum dilaksanakan.
3.      Permintaan Efektif
Permintaan yang disertai daya beli dan dilaksanakan.

Ditinjau dari jumlah yang melakukan permintaan, permintaan dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Permintaan Individu
Permintaan individu adalah permintaan seorang individu terhadap produk tertentu.
2.      Permintaan Pasar
Permintaan pasar adalah penjumlahan permintaan individu.

3.      Hukum Permintaan
Hukum permintaan menyatakan bahwa harga sebuah barang meningkat, kuantitas yang diminta akan turun. Sebaliknya, kuantitas yang diminta akan naik jika harga sebuah barang mengalami penurunan. Dalam hal ini kuantitas yang diminta berhubungan negative dengan harga barang.
Latar belakang hokum permintaan :
a.       Efek Pendapatan dari Perubahan Harga (Income Effect)
Perubahan harga bisa menyebabkan efek pendapatan. Artinya, dengan naik-turunnya harga barang, pendapatan rill konsumen bisa berubah. Individu yang rasional bereaksi terhadap insentif, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. Jika menguntungkan, yaitu bila terjadi penurunan harga, individu akan bereaksi memperbanyak kuantitas yang diminta, sedangkan bila terjadi kenikan harga, individu akan bereaksi mengurangi kuantitas yang diminta.
b.       Efek Subtitusi dari Perubahan Harga  (Substitution Effect)
Efek subtitusi menerangkan bahwa perubahan harga suatu barang berpengaruh terhadap barang yang menjadi subtitusinya. Barang subtitusi adalah barang yang bisa menggantikan peran barang yang digantikannya.
Jika suatu barang mengalami kenaikan harga, orang akan beralih ke barang yang menjadi subtitusinya yang tidak mengalami kenaikan harga.

SUMBER : Buku Ekonomi 1 (yudistira) Dra.Hj. Sukwiaty dkk

1 komentar:

  1. I would like to thank you for the efforts you have made in writing this article
    nice post, that's very interesting information thanks for sharing :)
    I introduce a Economics student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

    twitter : @profiluii

    BalasHapus